LAN

I. Media yang digunakan

COOPER

Coaxial Kabel

Kabel koaksial digunakan dalam bis-gaya jaringan Ethernet. Kabel coaxial terdiri dari inti kawat tembaga dikelilingi oleh cladding plastik dilapisi mesh kawat. Kabel coaxial datang dalam dua ukuran yang disebut thinnet dan thicknet.
Unshielded Twisted Pair (UTP)

Jika Anda menggunakan dua pasang kabel untuk memungkinkan komunikasi dua sirkuit, satu untuk mengirimkan, dan satu untuk menerima. Jika Anda memutar kabel masing-masing pasangan, Anda dapat menempatkan mereka lebih dekat bersama-sama. Ada beberapa kelas kabel koaksial dengan peringkat kategori. Ada Kategori 3 (<10 Mbps), Kategori 5 (10 Mbps), Kategori 5e (10/100 Mbps) dan Kategori 6 (100/1000 Mbps) versi unshielded twisted pair.

Fiber Optic

Modus tunggal Serat

Serat mode tunggal mengacu pada fakta bahwa hanya satu panjang gelombang (satu warna cahaya) ditransmisikan melalui medium fisik. Biasanya, serat single mode adalah benar doped fiberglass serat dibungkus dengan cladding plastik. Single mode biasanya telah mencapai lebih lama, tapi radius tikungan lebih besar dari multi-mode.
Dispersi Bergeser
Non-Dispersi Bergeser
Non-Zero Dispersion-Bergeser
Multi Mode Fiber

Multi-mode serat dapat membawa beberapa panjang gelombang, terbuat dari bahan plastik khusus yang jelas dan memiliki radius tikungan jauh lebih kecil dari serat mode tunggal. Multi-mode tidak memiliki selama jangkauan sebagai serat mode tunggal.
Langkah Indeks
Dinilai-Index

Infra-Red

Ada banyak sistem hari ini menggunakan infra-merah komunikasi. Ini biasanya sinyal cahaya inframerah arah ditransmisikan ke udara dan diterima oleh perangkat dekatnya. Sistem tersebut mulai dipakai pada tahun 90-an untuk digunakan dengan laptop, printer dan kemudian di tahun 90-an dengan kamera dan handheld.

Radio dan Microwave

Yang terakhir, tetapi tentu tidak sedikit adalah radio dan microwave sinyal. Ini adalah sinyal yang kita anggap sebagai radio, televisi dan satelit, tetapi mereka sekarang sedang dimasukkan untuk digunakan dalam Ethernet nirkabel dan komunikasi teknologi Bluetooth.

II. Setting IP Address

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menset IP Address (IPv4 Address):

  • Tekan tombol START pada bagian taskbar (posisi di pojok kiri ), sehingga tampil beberapa menu. Seperti pada gambar, pilih dan klik 1 kali pada bagian menu Connect to… dan pilih Show all connection.
  • Pada pilihan koneksi yang ada, pilih gambar koneksi dari ethernet card (NIC)yang terhubung ke LAN. dan klik kanan pada gambar tersebut, lalu pilih properties. Maka akan tampil layar settingan Local Area Connection seperti gambar berikut.

  • Pada layar LAN ini, di bagian this connection uses…. Pilih Internet Protocol (TCP/IP) di posisi paling bawah. Dan klik 2 kali untuk setting. (Dan pada gambar yang dilingkari warna merah, beri tanda check list di situ agar ketika komputer terhubung/putus ke LAN/Internet. Maka gambar icon komputer yang terkoneksi dengan internet memberikan laporan di pojok kanan bawah dekat jam digital bawaan sistem.

  • Tampilan diatas menunjukkan layar setting Internet Protocol (TCP/IP) yang secara default dialokasikan pada status otomatis atau server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). Di sini kita akan mencoba mengisi IP Address secara manual (statis). Lihat gambar di bawah ini.

  • Mari kita isi manual, berikut ini penjelasan dari gambar di atas (Seringnya kelas C dan pengisian seperti di bawah ini).

1. IP address diisi dengan angka 192.168.1.xxx

192.168.1.0 dan 192.168.1.255 sebagai IP yang broadcast. Host (Komputer yang terhubung di LAN) boleh memakai IP Address antara 192.168.1.1 – 192.168.1.254

2. Subnet mask diisi dengan angka 255.255.255.xxx

Pada kelas C biasanya diisi dengan angka 255.255.255.0 yang berarti per 24 (dari 8 bit + 8 bit + 8 bit yang berada di kiri host). Dalam byte 1.1.1.0 karena 1 byte = 8 bit, jadi dalam bit  11111111.11111111.11111111.00000000 ; rumusnya adalah 2 pangkat n. Hitung yang belakangnya saja (host).

Maka 2^7 + 2^6 + 2^5 + 2^4 + 2^3 + 2^2 + 2^1 + 2^0 = 128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1 + 0 = 255

rumusnya : hasil 255 + 1 = 256 – 2 (broadcast) = 254 IP address yang bisa digunakan untuk 254 host pada 192.168.1.1 – 192.168.1.254 ; yang broadcast 192.168.1.0 dan 192.168.1.255

3. Default Gateway diisi dengan angka 192.168.1.1

   Gateway (Pintu untuk keluar). Biasanya server (bisa komputer/ router/ …..) yang memegang kendali keluar (internet) berada pada 192.168.1.1

4. Preferred DNS server diisi dengan angka 202.134.0.155 (konek ke server utama)

DNS (Domain Name System) telkom pada 202.134.0.155, pada wireless TELKOMHotspot-Free pada 192.168.102.1, dsb…

5. Alternate DNS server xxx.xxx.xxx.xxx (konek ke server lain)

Alternatif DNS dari DNS yang diatas. Jika DNS yang diatas tidak ditemukan, maka selanjutnya DNS ini yang dicari…

 

III. Cara Test Koneksi Jaringan

Berikut adalah langkah-langkahnya.

1. Buka jendela Command Prompt melalui menu RUN dengan menuliskan cmd. Atau bisa juga melalui menu Start –> All Programs –> Accessories –> Command Prompt.

2. Ketikkan command “Ping <IP Address>” (tanpa tanda petik) lalu tekan enter

3. Setelah muncul tulisan “Reply from….” berarti koneksi jaringan telah berhasil. Jika terdapat tulisan “Request timed out.” berarti koneksi jaringan belum berhasil.

IV. Setting jaringan LAN dan cara2 troubleshooting

Berikut beberapa Kelainan LAN yang dapat kita ketahui dengan melihat tampilan icon notification pada sisi bawah kanan taskbar window seperti berikut :

1. Tanpa ada icon Network Connection :

Penyebab : Kemungkinan saat setting pilihan show icon belum dipilih/ di check list atau Network di: disable.

 2. Ada icon Network Connection tapi silang ,merah

Penyebab : Jaringan secara fisik tidak terhubung ke komputer. Periksa konektor RJ 45 atau kabel UTP atau periksa apakah swith nyala atau tidak.

3. Ada icon Network Connection tapi tanda seru kuning :

Penyebab : Jaringan secara fisik telah terhubung dengan baik kemungkinan server gagal memberikan IP ke Network atau terjadi IP Conflict (IP sama dengan komputer lain di jaringan). Jika IP diberikan secara manual ganti dengan IP yang lain.

4. Ada icon Network Connection tapi berputar-putar terus :

Penyebab : Jaringan secara fisik telah terhubung dengan baik kemungkinan server gagal memberikan IP ke Network atau terjadi IP Conflict (IP sama dengan komputer lain di jaringan). Jika IP diberikan secara manual ganti dengan IP yang lain.

5. Ada icon Network Connection :

Penyebab : Jaringan secara fisik telah terhubung dengan baik kemungkinan server gagal memberikan IP ke Network atau terjadi IP Conflict (IP sama dengan komputer lain di jaringan). Jika IP diberikan secara manual ganti dengan IP yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s